Logo Simposium Hijau

Tentang Pakistan

 

Selamat datang di Pakistan!

Pakistan adalah salah satu Negara sub-kontinen di Asia Selatan. Didalamnya banyak kekayaan alam dan sejarah yang melimpah, namun terganggu oleh ketidakstabilan politik, yang membuat negara ini lepas dari penjelajah.

Mughal dan Pegunungan

Ketidakstabilan politik dipakistan membuat jumlah pengunjung ke Pakistan berkurang, padahal Pakistan merupakan salah satu destinasi paling menarik di Asia. Kota-kota besar dibagian selatan yang berbatasan dengan kota-kota kuno di India bagian utara, sementara bagian utara adalah perbatasan berbahaya yang telah berubah sejak zaman Mughal. Pakistan bagian utara adalah daerah pegunungan Himalaya, termasuk K2, gunung tertinggi kedua di dunia.

Karakoram Perkasa

Daya tarik nomor satu Pakistan adalah ketenangan di tanah yang dipenuhi ranjau. Peregangan utara dari Perbatasan Barat Laut ke Kashgar di China, Karakoram adalah salah satu jalan raya paling epik di dunia, sebuah prestasi yang menakjubkan dari rekayasa batuan yang dikikis di pegunungan Karakoram. Di atas Gilgit terpesona oleh keindahan alam Lembah Hunza atau puncak salju Nanga Parbat yang ditutupi salju.

Keamanan keselamatan

Orang biasa mengatakan bahwa risiko perjalanan ke Pakistan terlalu banyak dipengaruhi media, namun beberapa tahun terakhir telah melihat peningkatan kekerasan politik dan sektarian. Sebagian besar pemerintah asing saat ini menyarankan agar tidak melakukan semua perjalanan, atau perjalanan yang penting, ke daerah-daerah yang luas di negara ini, pengunjung asing diminta untuk bepergian dengan seorang pendamping bersenjata. Namun, mereka yang berkunjung menemukan sebuah negara yang penuh kontradiksi, di mana ketegangan yang mendidih hidup berdampingan dengan keramahan dan keramahan yang luar biasa, bertentangan dengan latar belakang Arabian Nights dari benteng padang pasir, sultan dan jin.

PPI Kawasan Timtengka

 

PPI Dunia adalah organisasi tertinggi bagi Perhimpunan Pelajar Indonesia di seluruh dunia. Secara kesuluruhan, terdapat 51 PPI negara yang tersebar di Lima benua dengan sekitar 80.000 pelajar Indonesia terdapat di dalamnya. PPI Dunia ini sendiri dibuat sebagai wadah yang menghubungkan pelajar Indonesia di belahan dunia manapun.

Sedangkan PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika beranggotakan 15 PPI negara, yaitu:

  1. PPMI Mesir
  2. HPMI Yordania
  3. PPMI Arab Saudi
  4. PPI Lebanon
  5. KKMI Libya
  6. IPI Iran
  7. PPI Maroko
  8. PPMI Pakistan
  9. PPI Sudan
  10. PPI Damaskus
  11. PPI Tunisia
  12. PPI Yaman
  13. PPI Uni Emirat Arab
  14. PPI Kuwait
  15. PPI Afrika Selatan

 

Sejarah PPMI Pakistan

 

Masa SGPI (1982 – 26 November 1995)

SPGI (Study Grup Pelajar Indonesia) merupakan perkumpulan pertama yang ada di Pakistan yang merangkul segenap mahasiswa yang sedang menempuh study di IIU Islamabad. Pendirinya merupakan orang-orang yang pertama kali menginjakkan kaki di negeri ali Jinnah ini. Diantaranya, Dr. M. Kasuba, Dr. Syhabuddin Laming, Ust. Zamzam Badruzzaman dan Ahmad Adiyandi.

Ruang lingkup SPGI sendiri hanya mencakup Islamabad. Pada masa ini, terdapat beberapa perkumpulan yang berada di Lahore dan Karachi. Namun, perkumpulan-perkumpulan ini hanya bersifat kekelurgaann/almamater yang sekarang dikenal dengan nama LK (Lembaga Khusus).

Setiap tahun, SPGI mengadakan pergantian ketua. Dimana pemilihan ini turut mengundang segenap LK-LK, baik itu yang berada di Karachi maupun Lahore dengan tujuan menyatukan ikatan persaudaraan dan sharing terkait masalah sosial politik khususnya pendidikan.

Pada masa SPGI, kampus IIU Islamabad masih berada di masjid Faishal dan baru memiliki Kuwait Hostel sebagai asrama bagi mahasiswa. Tak hanya kuliah, mahasiswa juga pernah menjadi imam tetap pada awal masa berdirinya. Tercatat, imam pertama dan kedua masjid Faishal dipegang oleh orang Indonesia, yaitu Ust. Muhammad Syanggiti dan Ust. Muhammad Syarif Djalil.

Masa FUMI (27 November 1995 – 21 Februari 2004)

Setelah masa SPGI, muncullah FUMI (Forum Ukhuwah Mahasiswa Indonesia). Penyebab adanya perubahan ini dikarenakan SPGI hanya mencakup masalah keilmuan dan kemahasiswaan yang sifatnya masih lokal, hanya Islamabad. Dengan adanya perubahan ini, diharapkan persatuan mahasiswa seluruh Pakistan dapat lebih terorganisir dan erat. Peyebab lain adalah semakin banyaknya LK yang mucul seiring meningkatnya minat belajar warga Indonesia ke Pakistan.

Pada masa FUMI yang berlangsung selama 8-9 tahun, kegiatan-kegiatan penulisan digalakkan. Diantaranya dengan menerbitkan buletin dan FLP (Forum Lingkar Pena) sebagai ajang mengembangkan bakat mahasiswa dalam bidang tulis menulis.

Untuk pemilihan ketua FUMI sendiri tidak jauh berbeda dengan SPGI. Dimana pemilihan ini diadakan setahun sekali dengan tetap mengundang LK-LK diluar Islamabad. Sama seperti SPGI, pusat FUMI berada di Islamabad dengan mayoritas mahasiswanya menempuh kuliah di IIU Islamabad. Di Lahore, para mahasiswa indonesia memilih Punjab University sebagai tempat studi dan untuk Karachi, sebagian besar menempuh di Jamiah Binoria ‘Alamia.

Berbeda dengan SPGI, dimasa FUMI kampus IIU Islamabad tidak hanya di masjid Faishal. Pada masa ini, mulai dibangun kampus baru di daerah H-10, Islamabad. Karena itu terdapat istilah Old Campus dan New Campus. Asrama juga mulai dibangun dengan kapasitas yang lebih besar untuk menampung mahasiswa yang jumlahnya meningkat tiap tahunnya.

Masa PPMI (22 Februari 2004 – sekarang)

PPMI Pakistan merupakan singkatan dari Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Pakistan. Dengan adanya PPMI, seluruh pelajar dan mahasiwa berada dalam satu komando. Dalam organisasi PPMI Pakistan terdapat DPP dan 2 DPD. DPP berada di wilayah Islamabad sedangkan 2 DPD berada di Lahore dan Karachi.

Melalui sistem satu komando ini pendataan pelajar maupun mahasiswa Indonesia yang berada di Pakistan lebih tertata rapi. Program keorganisasian dapat berjalan dalam satu visi sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Untuk tempat pendidikan, tidak berbeda jauh dengan sebelumnya. Hanya saja, pada masa sekarang ini di DPD Lahore pada umumnya menuntut ilmu di Madrasah ‘Arabiya Darul Ulum Raiwind. Di madrasah ini pula, sering diadakan pertemuan antara DPP dengan DPD yang bertepatan dengan Jord / Ijtima’ Tabligh.

Pada masa PPMI Pakistan, IIU Islamabad sebagai tempat tujuan studi anggota DPP, sebagian besar mejalankan kegiatan perkuliahan di New Campus. Hanya terdapat beberapa program yang harus ditempuh di Old Campus dan itupun sangat terbatas.

SIMPOSIUM

 

Poster Acara (IG) 1

Simposium PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika 2018 merupakan forum pertemuan tahunan antar pelajar & mahasiswa Indonesia di kawasan Timur Tengah dan Afrika yang ketiga. Forum ini diadakan pertama kali di Cairo-Mesir pada tahun 2013 dan yang kedua di Madinah-Saudi pada tahun 2017. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh delegasi pelajar/mahasiswa dari Timur Tengah dan Afrika saja, tapi juga menghadirkan tokoh-tokoh bisnis berpengaruh serta pakar dari berbagai bidang di Indonesia. Forum ini bertujuan untuk memperkaya wawasan keilmuan, bertukar pikiran, membangun jaringan, serta menjembatani pelajar dan mahasiswa kawasan timur tengah dan afrika dengan dunia bisnis di Indonesia.

TUJUAN DAN SASARAN

  1. Mengoptimalkan peran dan sinergitas pelajar dan mahasiswa Indonesia di kawasan Timur Tengah dan Afrika terhadap bangsa dan negara Indonesia.
  2. Mempererat silaturahmi antar pelajar dan mahasiswa Indonesia di kawasan Timur Tengah dan Afrika.
  3. Menjalin persahabatan yang kokoh antar sesama mahasiswa Indonesia di kawasan Timur Tengah dan Afrika.
  4. Menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk mengembangkan potensinya agar dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara.

TANGGAL DAN LOKASI

Simposium akan diselenggarakan pada tanggal 1-4 Maret 2018 di Aula Quaid Azzam Faishal Masjid Islamabad, Pakistan.

Web

Ekonomi Islam

 

Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia pada saat ini mulai mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Dengan menyandang predikat negara berpenduduk muslim terbesar di Dunia, Indonesia berpotensi menjadi sentra ekonomi islam mengalahkan negara-negara lain. Secara regulasi, perkembangan ekonomi Islam di Indonesia mendapat dukungan dan fasilitas baik dalam bentuk perundangan, peraturan dan kebijakan yang terkait . Perkembangan tersebut dapat terlihat dalam berbagai bidang ekonomi yang menerapkan sistem ekonomi Islam, seperti perbankan Syariah, asuransi Syariah, sukuk, pasar modal Syariah, keuangan publik, Jaminan Produk Halal dan lain-lain.

Suatu hal yang patut disyukuri sekaligus diantisipasi oleh bangsa kita adalah kenyataan bahwa praktik ekonomi Islam tidak hanya dijalani oleh negara maupun institusi yang dimiliki oleh umat Islam. Sebagaimana diketahui saat ini Inggris dan singapura telah mengklaim bahwa negaranya berhasil menerapkan sistem keuangan Islam. Dari sektor industri, Brazil telah mengklaim sebagai eksportir makanan halal dunia, sebagaimana juga negara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Tak ketinggalan juga Filipina, Uganda, Jerman dan Rusia saling berlomba merebut pangsa pasar dunia melalui pengembangan ekonomi Islam. Beberapa Hal tersebut membuktikan bahwa alasan ideologi tidak lagi menjadi basis dari pelaksanaan sistem ekonomi Islam, namun terdapat faktor lain seperti keuntungan materil dan perebutan pangsa pasar potensial muslim dunia.

Dari sekilas gambaran tersebut, ekonomi islam telah dipandang sebagai salah satu Engine of economic growth untuk membawa suatu negara lebih maju dan sejahtera. Dalam arti lain, peran ekonomi Islam tidak semata terletak pada perubahan bentuk akadnya yang sesuai dengan syariah, tetapi juga perannya yang lebih besar dalam menggerakkan perekonomian dan mewujudkan kesejahteraan.

Oleh karena itu, di era persaingan global dengan ciri khas ekonomi yang inklusif, Indonesia diharapkan mampu menjadi pemain utama dan merebut pangsa pasar dunia melalui berbagai paket ekonomi Islam yang lebih kreatif dan inovatif.

Akan tetapi pada kenyataanya pertumbuhan lembaga ekonomi Islam di Indonesia masih berada di bawah lembaga ekonomi dengan sistem konvensional. Sebagai contoh berdasarkan laporan OJK saat ini aset perbankan syariah nasional lebih rendah dari total aset perbankan nasional. Dalam artian perjuangan menuju kesuksesan perbankan syariah masih sangat jauh dari harapan sesungguhnya, terlebih untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain.

Pada akhirnya, perubahan mindset masyarakat adalah suatu keniscayaan ketika nilai Islam diharapkan mampu untuk dijadikan jalan hidup atau mainstream ekonomi. Mengubah perilaku masyarakat menuju ekonomi Islam adalah target utama dalam pengembangan sistem kelembagaan, baik individual, perusahaan, mekanisme pasar maupun pemerintahan ataupun norma sosial.

Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan perubahan mindset tersebut, Simposium Timur Tengah dan Afrika ke-3 akan dilaksanakan di Pakistan dengan Tema: “Membumikan Nilai Islam dalam Praktek Bisnis Modern Di Indonesia.” Acara ini akan menggali konsep nilai dan aplikasi ekonomi Islam dari perspektif tiga sektoral bisnis yaitu institusi keuangan syariah, halal industri dan star up (online). Dari tiga persoalan yang akan dibahas dalam simposium ini, akan lahir pemikiran akademis bagi pengembangan dan penguatan pengkajian terhadap teori dan aplikasi sistem ekonomi Islam pada praktik bisnis modern di Indonesia.

 

Destinasi

Pesona Faishal Masjid

Faisal-Mosque

Masjid Faisal ini menempati area seluas 189,705 meter persegi, dan dapat memuat 200 ribu orang. Sejak awal berdirinya hingga sekarang tak kurang 56 negara baik dari negara muslim dan nonmuslim pernah menimba ilmu di sini. Sejak tahun 2001 IIUI telah resmi menempati kampus baru (new campus) di kota Islamabad, namun kampus lama masih digunakan oleh Islamic Research Institute (IRI), Academy dakwah dan Shariah Academy.

Mesjid Shah Faisal yang terlihat indah dari kejauhan terletak di kaki Bukit Margalla, adalah salah satu yang terbesar di Asia dan mencerminkan perpaduan eklektik dari gaya desain arsitektur modern dan ultramodern. Di balut dengan atap miring (kontras dengan kubah tradisional yang ditemukan di kebanyakan masjid), Ruang sholat utama dan halamannya dapat menampung sekitar 100.000 orang. Sebagian besar biayanya adalah hadiah dari Raja Faisal di Arab Saudi.

Dirancang oleh seorang arsitek Turki, Vedat Dalokay, dan dibangun pada tahun 1976-1986, desain geometris masjid terinspirasi dari tenda gurun. Di lantai dua bagian atas ada ruang sholat untuk wanita. Di dalamnya, langit-langit melonjak sampai ketinggian 40m. Dan  Makam almarhum Presiden Zia ul-Haq pula berdekatan dengan masjid.

Semua pengunjung dipersilahkan untuk masuk, dengan pencualian non-Muslim diminta untuk menghindari waktu sholat dan hari Jumat.

 

Lahore (Badsahi Masjid)

 

Masjid Badshahi “Imperial Mosque” adalah sebuah masjid era Mughal di Lahore, ibukota provinsi Punjab, Pakistan. Masjid ini terletak di sebelah barat Benteng Lahore di sepanjang pinggiran Kota Tembok Lahore, dan secara luas dianggap sebagai salah satu landmark paling terkenal di Lahore.

Pembangunan Masjid Badshahi ditugaskan oleh Kaisar Aurangzeb pada tahun 1671-1673. Masjid tersebut merupakan contoh penting arsitektur Mughal, dengan eksterior yang dihiasi dengan batu pasir merah berukir dengan tatahan marmer. Masjid ini tetap merupakan masjid terbesar dan paling baru di kekaisaran maya era Mughal, dan merupakan masjid terbesar kedua di Pakistan. Setelah jatuhnya Kekaisaran Mughal, masjid tersebut digunakan sebagai garnisun oleh Kekaisaran Sikh dan Kerajaan Inggris, namun sekarang merupakan salah satu pemandangan paling ikon Pakistan.

Lahore dianggap sebagai pusat strategis karena melindungi kekaisaran dari penjajah potensial dari barat. Kota ini dijadikan ibukota kekaisaran oleh Kaisar sebelumnya yang mendirikan Benteng Lahore di dekatnya.

Kaisar Mughal ke enam, Aurangzeb, memilih Lahore sebagai situs untuk masjid kekaisaran barunya. Aurangzeb, tidak seperti kaisar sebelumnya, bukanlah pelindung seni dan arsitektur dan malah memfokuskan sebagian besar masa pemerintahannya pada berbagai penaklukan militer, yang menambahkan lebih dari 3 juta kilometer persegi ke wilayah Mughal.

Masjid tersebut dibangun untuk memperingati kampanye militer melawan raja Maratha Shivaji Bhonsle, walaupun pembangunan masjid tersebut menghabiskan uang Mughal dan memperlemah negara Mughal. Sebagai simbol kepentingan masjid, bangunan ini dibangun di seberang Benteng Lahore dan Gerbang Alamgiri, yang pada saat bersamaan dibangun oleh Aurangzeb selama pembangunan masjid.

 

Profil IIUI

 

International Islamic University Islamabad (IIUI) didirikan di Islamabad pada 11 November 1980 M. bertepatan dengan 01 Muharram 1401 H. Dalam bahasa Pakistan biasa disebut, Baina el -Aqwâm Islami University atau Universitas Antar Bangsa. Universitas ini di bangun atas aspirasi dan hasrat negara-negara Muslim yang menginginkan terbentuknya sebuah Universitas Islam berskala Internasional sebagai simbol dari sebuah kebangkitan Islam universal. Di mana program pendidikannya lebih diprioritaskan pada Islamic Studies, dengan sistem pendidikan modern yang berpijak pada al –Quran dan as -Sunnah.

Namun seiring dengan perkembangan zaman IIUI mulai melebarkan sayap dan membuka beberapa fakultas umum. Dalam sistem pendidikan dan pengajaran, IIUI menjadikan Bahasa Arab dan Inggris sebagai Bahasa pengantar dalam perkuliahan. Ketika didirikan pada zaman pemerintahan Jendral Zia -ul -Haq IIUI belum memiliki kampus sendiri karena keterbatasan dana, maka pemerintah Pakistan ketika itu memberikan tempat sementara untuk IIUI di pinggiran kota Islamabad menyatu dengan Masjid Faishal (sebuah bangunan hasil arsitektur Mr.Veda Dolokey dari Turki).

Tujuan didirikannya universitas ini adalah untuk mencetak individu dan masyarakat yang siap mengabdikan diri dalam melakukan pembaharuan dalam segala bidang dengan bingkai nilai dan spirit Islam yang tercermin dalam setiap pribadi pelajar ataupun staf pengajar dan juga sistem pendidikan yang diterapkan. Sehingga yang menonjol dari system pendidikan di IIU ini adalah penggabungan antara sistem pendidikan klasik (turats) dan modern. IIUI memiliki struktur organisasi yang diIsebut dengan Majelis al-Umana (Board of Trustees), yang memegang otoritas kebijakan mengikat atas perjalanan IIUI. Di mana Presiden Pakistan langsung menjadi penasehat dari Majelis ini, sedangkan untuk kepengurusan hariannya adalah dipimpin oleh seorang Rektor dan Presiden serta wakil Presiden.

 

FAQ (Simposium)

 

T: Bagaimana jika ingin memperpanjang masa tinggal? Apa disediakan penginapan?

J: Disediakan tapi biaya di tanggung individual. (masih dalam tanggung jawab LO)

T: Harga penginapan semalam di pakistan?

J: 1000-3000 PKR: 125.000-375.000 IDR per malam

T: Musim apa ketika di selenggarakannya acara?

J: Musim dingin memasuki musim semi

T: Bagaimana cara mengurus visa untuk ke Pakistan? Kolektif / individual?

J: Dianjurkan untuk kolektif bersama teman keberangkatan, dibawah bimbingan Panitia.

T: Tipe visa yang di gunakan untuk apply?

J: Visa visit 1 bulan.

T: Kegiatan apa saja ketika di Pakistan? Apa yang di lakukan ketika acara?

J: City tour, Diskusi Panel I,II,III dan Historical trip.

T: Berapa perkiraan harga tiket?

J: 7.000.000 – 9.000.000 IDR /Pulang Pergi.

T: Apakah di sediakan surat LoA oleh panitia?

J: Ya, disediakan dalam bentuk surat undangan.

T: Apakah di sediakan proposal pengajuan dana/ proposal individual?

J: Tidak, untuk pengajuan dana bisa menggunakan proposal Acara.

T: Bagaimana prosedur penjemputan di bandara?

J: Akan ada panitia dari bagian LO yang akan menyambut kedatangan Peserta di Bandara Benazzir Bhutto.

T: Apa saja maskapai yang melayani penerbangan ke Pakistan?

J: Ada 2 opsi rute:

  • CGK-BKK-ISB : Thai Airways & Qatar Airways
  • CGK-KLIA-ISB : Thai Airways & PIA (cenderung lebih murah)

T: Apa ada Call for Paper?

J: Ya, ada dalam bentuk lomba Essay.

T: Kapan batas akhir pembayaran administrasi acara?

J: 30 Januari 2018.

T: Kapan saja tanggal-tanggal penting?

J: Berikut adalah tanggal-tanggal penting

  • 28-29 Februari: kedatangan seluruh peserta di Islamabad
  • 1-3 Maret; Acara Simposium
  • 4 Maret: Historical Trip
  • 5 Maret: Pemulangan Peserta ke Negara masing-masing

T: Apa mata uang pakistan?

J: Pakistani Rupees (Rs/PKR), Rs. 1 = Rp. 123

T: Bagaimana cara mengambil uang di Pakistan?

J: Menggunakan ATM yang berlabel VISA/Master Card

T: Apa maksud delegasi inti dan delegasi Ekstra?

  • Delegasi inti: Delegasi resmi yang di utus oleh PPI kawasan Timur tengah dan afrika.
  • Delegasi ekstra : Delegasi yang di utus oleh BEM Universitas di Indonesia dan non resmi dari PPI Negara.

T: Apa status delegasi ketika acara? Penonton/peserta?

J: Sebagai Peserta.

T: Kapan diadakannya acara?

J: Acara di adakan pada tanggal 1-4 Maret 2018.