PENDAHULUAN

 Islam sebagai tuntunan yang wajib ditaati oleh setiap muslim, mengajarkan kita agar selalu tolong-menolong dalam kebaikan, bersatu, dan membangun hari esok secara terencana dan terorganisir.

 Dalam konteks itu dibutuhkan sebuah organisasi pelajar dan mahasiswa Indonesia di Pakistan sebagai wadah pemersatu dan penggalang ukhuwah islamiyah di kalangan pelajar dan mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di negara Pakistan. Organisasi juga berfungsi sebagai wadah pembinaan dan pengembangan yang efektif bagi aspirasi dan kreatifitas anggota dalam rangka membentuk insan muslim akademis, beramal, berkepribadian, cakap dan bertanggungjawab.

 Pelajar dan mahasiswa sebagai tumpuan harapan umat ikut bertanggungjawab terhadap terwujudnya bangsa yang berakhlak mulia demi merealisasikan tujuan nasional seperti termaktub dalam pembukaan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatauan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan ridha Allah SWT.

 hal-hal tersubut dengan berkat rahmat dan hidayah Allah SWT, maka didirikanlah Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Pakistan pada tanggal 21 Februari 2004 sebagai kelajutan dari Forum Ukhuwah Mahasiswa Indonesia (FUMI) yang berdiri tanggal 27 November 1995.

SEJARAH SINGKAT PPMI PAKISTAN

1. Masa SGPI (1982 sampai 26 November 1995)

SGPI (Study Grup Pelajar Indonesia) merupakan perkumpulan pertama yang ada di Pakistan yang merangkul segenap mahasiswa yang sedang menempuh studi di IIU Islamabad. Pendirinya merupakan orang-orang yang pertama kali menginjakan kaki di negeri Ali Jinnah ini. Diantaranya, Dr. M. Kasuba, Dr. Syahabuddin Laming, Ust. Zamzam Badruzzaman dan Ahmad Adiyandi.

Ruang lingkup SGPI sendiri hanya melingkup Islamabad. Pada masa ini juga, terdapat beberapa perkumpulan yang berada di Lahore dan Karachi. Namun, perkumpulan-perkumpulan ini hanya bersifat kekeluargaan yang sekarang dikenal dengan nama LK (Lembaga Khusus).

Setiap tahun, SGPI mengadakan pergantian ketua. Di mana pemilihan ini turut mengundang segenap LK-LK, baik itu yang berada di Karachi maupun Lahore dengan tujuan menyatukan ikatan persaudaraan dan sharing terkait masalah sosial politik khususnya pendidikan.

Pada masa SGPI ini, kampus IIU Islamabad masih berada di masjid Faishal dan baru terdapat hostel Kuwait sebagai asrama bagi mahasiswa. Tak hanya kuliah, mahasiswa juga pernah menjadi imam tetap masjid Faishal pada awal masa berdirinya. Tercatat, imam tetap pertama dan kedua masjid Faishal dipegang oleh orang Indonesia, yaitu Ust. Muhammad Syanggiti dan Ust. Muhammad Syarif Djalil.

2. Masa FUMI (27 November 1995 sampai 21 Februari 2014)

Setelah masa SGPI, muncullah FUMI (Forum Mahasiswa Indonesia). Penyebab adanya perubahan ini dikarenakan SGPI hanya mencakup masalah keilmuan dan kemahaiswaan yang sifatnya masih sangat terfokus di Islamabad saja. Dengan adanya perubahan ini, diharapkan persatuan mahasiswa seluruh Pakistan dapat lebih terorganisir dan erat. Salah peyebab lain adlah semakin banyaknya LK yang mucul seiring dengan meningkatnya minatnya belajar warga Indonesia ke Pakistan.

Pada masa FUMI yang berlangsung selama 8-9 tahun, kegiatan-kegiatan penulisan digalakkan. Diantaranya dengan menerbitkan buletin dan FLP (Forum Lingkar Pena) Sebagai ajang mengembangkan bakat mahasiswa dalam bidang tulis menulis.

Untuk pemilihan ketua FUMI sendiri idak jauh berbeda dengan SGPI. Dimana peilihan ini diadakan setaun sekali dengan tetap mengundang LK-LK diluar Islamabad. Sama seperti SGPI, pusat FUMI sendiri berada di Islamabad dengan mayoritas mahasiswanya menempuh kuliah di IIU Islamabad. Di Lahore, mahasiswa memilih di Punjab University sebagai tepat study dan untuk Karachi, sebagian besar menempuh di Jamiah Binoria ‘Alamia.

Berbeda dengan SGPI, dimasa FUMI kampus IIU Islamabad tidak hanya di masjid Faishal. Pada masa ini, mulai dibangun kampus baru di daerah H-10 Islamabad. Karena itu terdapat istilah Old Campus dan New Campus. Asrama juga mulai dibangun dengan kapasitas yang lebih besar untuk menampung mahasiswa yang jumlahnya meningkat tiap tahunnya.

3. Masa PPMI (22 Februari 2004 sampai sekarang)

PPMI  Pakistan  merupakan  singkatan  dari  Persatuan  Pelajar  Mahasiswa

Indonesia di Pakistan. Dengan adanya PPMI ini, seluruh pelajar dan mahasiwa berada dalam satu komando. Dalam organisasi PPMI Pakistan terdapat DPP dan 2 DPD. DPP berada di wilayah Islamabad dan DPD berada di wilayah Lahore dan Karachi.

Melalui sistem satu komando ini pendataan pelajar maupun mahasiswa Indonesia yang berada di Pakistan lebih tertata rapi. Program keorganisasian dapat berjalan dalam satu misi sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Untuk tempat pendidikan tidak berbeda jauh denga sebelumnya. Hanya, pada masa sekarang ini di DPP Lahore pada umumnya menuntut ilmu di Madrasa Arabiya Darul Ulum Raiwind. Di madrasa ini pula, sering diadakan pertemuan antara DPP dengan DPD yang bertepatan dengan Jord/Ijtima’ Tabligh.

Pada masa PPMI Pakistan, IIU Islamabad sebagai tujuan studi anggota DPP sebagian besar mejalankan kegiatan perkuliahan di New Campus. Hanya terdapat beberapa program yang harus ditempuh di Old Campus dan itupun sangat terbatas.

SIFAT DAN TUJUAN

1. Sifat

 PPMI Pakistan adalah organisasi pelajar yang diaktualisasikan dalam semangat ukhuwah, kreatifitas dan demokrasi.

PPMI Pakistan bersifat independen, bebas, bertanggung-jawab dan tidak menjadi bagian dari atau bernaung di bawah golongan, organisasi politik manapun atau birokrasi pemerintah secara formal.

PPMI Pakistan tidak membatasi gerak dan kreativitas organisasi lain.

2. Tujuan

Meningkatkan kualitas Iman, Ilmu dan Amal.

Membangun jaringan komunikasi, konsultasi dan kerjasama ke arah terwujudnya ukhuwah Islamiyah di kalangan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia khususnya dan masyarakat umumnya.

Membangkitkan kepedulian da’wah Islamiyyah dan wawasan keilmuan dalam berbagai disiplin kontemporer yang bertolak pada titik pandang Keislaman.

Menggalang persatuan dan menciptakan kesadaran akan perlunya kerjasama antar anggota untuk senantiasa membela martabat maupun kehormatan Agama, Bangsa dan Negara Indonesia.

Menjaga nama baik Organisasi, Bangsa dan berusaha menyumbangkan tenaga serta pemikiran bagi kepentingan Agama, Bangsa dan Negara Indonesia.