Maraknya ponsel yang dijual murah di pasar gelap menjadi salah satu alasan diberlakukannya aturan International Mobile Equipment Identify (IMEI) untuk seluruh ponsel yang beredar di negara kita.
Hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan potensi kerugian negara gegara praktek pasar gelap tersebut.

Sedang para ulama masih berbeda pendapat dalam memandang fenomena Black Market ini.
Maka, inilah yang mendorong PCINU Pakistan dengan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) yang dinahkodai oleh saudara Ibnu Fikri Ghozali untuk mengangkat tema pada Bahtsul Masail kali ini, Ahad (8/12).

Acara ini merupakan kegiatan paling ditunggu-tunggu oleh para Nahdliyyin dan Nahdiyyat, karena mereka bisa mengeksplorasi pengetahuan dan khazanah keilmuan ulama terdahulu dalam melihat fenomena zaman sekarang.

Turut hadir dalam Bahtsul Masail ini, Ketua Umum Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Pakistan saudara Alvin Firdaus Hudaya, Ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Pakistan saudara Maulana Ibrahim Patahna dan seluruh warga NU di Pakistan.

Konsep Bahtsul Masail pada kesempatan ini berbeda dengan yang sebelumnya dilaksanakan. Pada kali ini Koordinator LBM membagi warga NU kepada 12 kelompok dan setiap kelompok ada 4-5 orang peserta guna bertukar pikiran untuk kemudian mengemukakan pendapatnya. Setiap kelompok disematkan nama Indonesia 1, Indonesia 2 dan seterusnya.

Acara dimulai pada pukul 15.00 PKT dengan pembukaan dan sambutan dari ketua Tanfidziyah PCINU Pakistan yang menyampaikan ucapan terimakasih sebesar-besarnya atas antusiasme para warga dalam mengikuti acara ini.

Sebelum moderator membuka forum diskusi dan pembahasan, ia mengajak para warga untuk bersholawat kepada Baginda Rasulullah SAW. Dengan sholawat yang sangat familiar di tengah warga NU yaitu “Yaa Rasulullah”.

Memasuki forum diskusi, moderator membuka sesi pertama yaitu menjawab permasalahan, “Apakah hukum transaksi jual-beli di pasar gelap (Black Market) menurut madzhab Syafi’i?”.

Jawaban dimulai oleh kelompok Indonesia 3 yang diwakili oleh saudara Muhammad Yusuf. Ia menuturkan pendapatnya mengenai Black Market dengan mengutip beberapa pendapat Ulama dan ayat Al-Qur’an.

Memasuki sesi tanggapan, antusiasme warga semakin bertambah hingga satu sama lain saling memberikan tanggapan dan pendapatnya membuat suasana dan atmosfer keilmuan kian terasa.

Dan di akhir forum, Tim Majlis Mushohhih memberikan pandangan dalam melihat fenomena Black Market dengan mempertimbangkan pendapat dari para warga dalam forum pembahasan.

Acara pun diakhiri dengan sholat Maghrib berjamaah serta ramah tamah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *