ppmipakistan.org, Islamabad – Pengurus Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (PPMI) Pakistan menyatakan bahwa warga negara Indonesia, khususnya pelajar, tidak ada yang menjadi korban tragedi bom bunuh diri di Gulshan-e-Iqbal Park Lahore, Pakistan (27/3).

Ketua PPMI Pakistan, M. Wiprasworo Jihwamuni menyatakan bahwa pihak PPMI terus melakukan koordinasi dengan KBRI Islamabad untuk memantau kondisi serta menghimbau para pelajar agar tetap waspada dan membatasi pergerakan.

Sedikitnya 72 orang tewas dalam ledakan bunuh diri yang terjadi di taman Gulshan-i-Iqbal Lahore pada hari Minggu malam, polisi mengkonfirmasi pada hari Senin. Setidaknya 300 lainnya luka-luka seperti dilansir dawn.com

Gulshan-e-Iqbal Park adalah taman umum yang terletak di Alama Iqbal Town, tempat Keluarga sanak saudara menghabiskan waktu liburan akhir pekan yang menyenangkan. Pemerintah Punjab mengumumkan keadaan darurat di Lahore dan mengumumkan tiga hari berkabung. Sekolah dan pasar ditutup di ibukota provinsi.

Sementara itu di Islamabad juga terjadi protes massa pro-Qadri di depan gedung parlemen Pakistan. Aksi sempat ricuh pada hari Ahad (27/3) saat massa memaksa masuk ke daerah red zone hingga membakar kontainer dan merusak fasilitas lainnya. Namun, protes ini tidak ada kaitannya dengan kejadian bom di Lahore yang terjadi bersamaan./mf

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *