D2

Assistant International Institute of Islamic Ecomnomi (IIIE) Pakistan, Dr. Atiqu Zafar, menjelaskan bahwa sejarah berkembangnya ekonomi Islam di Pakistan adalah kaum Muslim yang tinggal di Sub-Kontinen (Bangladesh, Pakistan, India)

Mereka, Jelasnya, menginginkan Undang-Undang (UU) di negara Pakistan harus berdasarkan nilai-nilai agama Islam.

“Dan (mereka) dipimpin oleh Quaid Azzam yang mendirikan institusi-institusi untuk merealisasikan impian orang muslim di Pakistan,” jelasnya saat menjadi pembicara dalam Diskusi Panel 1 Simposium International Persatuan Pelajat Indonesia (PPI) Kawasan Timur-Tengah dan Afrika 2018 di Auditorium Allama Iqbal, Islamabad, Jum’at (02/02/18).

Maka, jelasnya, dibuatlah Chairman of The Commitee (Direktur Komite) untuk mengajukan nilai Islam dalam Undang-Undang,” terangnya.

Pada tahun 1983, Atiqu Zafar lebih terang menjelaskan bahwa International Islamic University of Islamabad (IIUI) berdiri dengan orang-orang yang mendirikan bank tanpa riba.

“(Elimination Of Riba from Ekonomi) Uzzair Ahmad salah satu shcolar, tokoh penulis buku dan dia memberikan konsep bagaimana bank bisa berjalan sesuai syariat Islam,” tuturnya.

Pada tahun 1999, katanya, Supreme Court setuju melalui Federal Court menyatakan tidak akan ada Undang-Undang yang berlawanan dengan Al-Quran dan Sunnah di Pakistan.

Bank mizan adalah salah satu bank yang mendapat lisensi Islamic Bank. Sekarang ada 21 bank konvensional dan 3000 cabang yang mengaplikasikan dan membuka pintu lebar-lebar untuk menjalankan bank dengan nilai-nilai Islam dan semua itu tuntutan dari masyarakat pakistan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *