profMinggu 1 Desember 2018, Prof. Dr. Asep Saefudin Jahar seorang peneliti dan dosen UIN Jakarta, memberikan kuliah umum di hadapan para mahasiswa dan segenap jajaran staff KBRI Islamabad. Kedatangan beliau bertujuan untuk melaksanakan beberapa penelitian, salah satunya dilaksanakan di Pakistan dan Turki. Dalam kuliah umumnya beliau menyampaikan bagaimana nilai Islam merespon peluang dan tantangan kehidupan berbangsa. Tuturnya nilai Islam terbagi menjadi dua yaitu ajaran/ doktrin dan interpretasi konteks/ sejarah.

Ajaran atau doktrin bersifat universal dan constant (abadi) yang tidak larut oleh apapun, yang meliputi ajaran untuk bertakwa, ajaran untuk bertasamuh, ajaran untuk bersikap adil, ajaran untuk bertoleransi, dan lain sebagainya.

Adapun interpretasi konteks/ sejarah menjelaskan sebuah proses dan hasil sehingga melahirkan bentuk dan sistem kebijakan negara yang terbentuk dari penafsiran sebuah sejarah. Sebagai contoh negara Brunei Darussalam menerapkan madzab Syafi’ie untuk mayoritas masyarakatnya, namun sistem ini tidak akan cocok diterapkan di tempat lain termasuk Indonesia. Pada kenyataannya Islam sudah sangat ideal dengan nilai universalnya, sedangkan sistem Pancasila dalam tatanan kebangsaan di Indonesia sudah cukup ideal dengan tatanan masyarakat di Indonesia.

Para mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya kepada beliau mengenai tema tersebut setelah sesi pemaparan usai. Ada salah satu mahasiwa yang berasal dari Kalimantan menanyakan bagaimana cara mengembalikan kemurnian nilai Islam di Indonesia. Beliau menanggapi pertanyaan tersebut dengan memberikan penjelasan singkat bahwa di dalam agama Islam manusia diajarkan untuk menyampaikan kebenaran dengan menggunakan metode atau cara dengan konsep tasamuh sehingga dapat memberikan pandangan bahwa apa yang disampaikan adalah benar.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *