DSC_8095Islamabad, Ahad 16 Desember 2018. Departemen Keilmuan PPMI Pakistan menyelenggarakan sebuah acara diskusi perdana, dengan tema Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Beradab. Acara dimulai pukul 10.18 Waktu Pakistan, bertempat di Allama Iqbal Auditorium. Acara dibuka dengan pembacaan tata cara diskusi oleh Saudara Ali Muhtadin sebagai MC yang sekaligus merangkap sebagai moderator. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Saudara Arsyad, kemudian diteruskan dengan beberapa kata sambutan oleh Ketua Umum PPMI Pakistan, Saudara Fahmi Wira Angkasa.

Ada empat sesi dalam diskusi kali ini, dengan mengusung empat tema besar yang berbeda. Masing-masing sesi membutuhkan waktu satu jam pembahasan. Sesi pertama disampaikan oleh tiga orang pemateri yaitu Saudara Hizbullah, Saudara Azizuddin dan Saudara Zulkifli  dengan tema “Perlukah Agama dan Negara Dipisah?”. Sesi ini diikuti dengan tenang dan tertib oleh para anggota PPMI Pakistan. Saudara Hizbullah pertama kali membahas tentang sejarah Sekularisme dan Sekularisasi kehidupan umat muslim dalam bernegara. Kemudian dilanjutkan oleh Saudara Azizuddin dengan pembahasan Sekularisme dan dampaknya terhadap ekonomi, politik, sosial dan budaya. Sesi pertama diakhiri dengan pembahasan Sekularisme dalam tinjauan fiqih atau pemikiran Islam oleh Saudara Zulkifli Reza Fahmi.

Sesi kedua dilanjutkan oleh empat orang pemateri dari kalangan wanita dengan tema “Kesetaraan Gender, Bolehkah Wanita Berkarir?”. Pembahasan pertama berisi sejarah Feminisme dan pengaruhnya di Indonesia yang disampaikan oleh saudari Amirah Dzatul Himmah. Dilanjutkan dengan pembahasan berikutnya yaitu tinjauan Feminisme dari segi ekonomi, politik, sosial, budaya global serta pengaruhnya di Indonesia oleh Saudari Berti Tanjung Sari. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai tinjauan fiqih terhadap peran wanita dalam struktur sosial oleh saudari Nadiyatussyahidah. Pada sesi kedua ini diakhiri dengan pembahasan mengenai bagaimana membangun keluarga muslim yang ideal oleh Saudari Ummi Fillah. Sesi ini banyak mengundang pehatian peserta diskusi karena tema yang dihadirkan cukup menarik.

Sesi ketiga bertemakan “LGBT dalam Perspektif HAM yang disampaikan oleh tiga orang pemateri. Pembahasan pertama berisi HAM dalam perspektif Islam yang disampaikan oleh Saudara Muhammad Wahyudi, kemudian pembahasan selanjutnya mengenai dampak LGBT bagi kehidupan umat disampaikan oleh Saudara Zulfikri Hasibuan, dan ditutup dengan pembahasan ketiga tentang LGBT, HAM dan dunia international yang disampaikan oleh Saudara Rahman Ali Fauzi.

Sesi keempat adalah sesi terakhir, dengan tema besar “Sudah Beradabkah Indonesia Saat Ini?”,  disampaikan juga oleh tiga orang pemateri. Mengawali sesi ini Saudara Takhsya Anul Haq menyampaikan tentang adab sebagai pondasi ilmu. Selanjutnya tentang pendidikan Islam di Indonesia yang disampaikan oleh Saudara Hafizh el-Hudzaifie. Kemudian Saudara Eris Rismatullah dengan pembahasannya mengenai orang tua sebagai suri tauladan. Pembahasn ini sekaligus menjadi akhir dan penutup dari keempat sesi tersebut.  Acara berjalan dengan baik dan lancar yang diakhiri dengan do’a dan kalimat penutup oleh Saudara Ali Muhtadin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *