IMG-20190211-WA0014Guna menguatkan relasi antara mahasiswa Indonesia yang belajar di International Islamic University Islamabad [IIUI] dengan birokrat kampus, Dewan Pengurus Pusat [DPP] Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Pakistan selenggarakan audiensi dengan Presiden IIUI, Prof. Dr. Ahmed Yousif Al-Draiwees pada hari Senin [11/2] di kantor Presiden. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan DPP, Presiden IIUI dan jajaran-jajarannya.

Presiden IIUI menyambut baik audiensi DPP PPMI. “Jujur kami sangat senang dengan kunjungan mahasiswa Indonesia. Sebelumnya saya selalu berangan-angan agar bisa bersilaturahmi dengan kalian, dan alhamdulillah pada siang hari ini kita bisa bertemu karena Alloh Subhanahu wa taala” Dia pun menambahkan bahwa mahasiswa Indonesia selalu aktif dalam setiap kegiatan kampus dan dinilai sebagai duta kampus yang baik.

Ketua Umum PPMI Pakistan, Fahmi Wira Angkasa menyampaikan bahwa selain untuk bersilaturahmi guna menguatkan relasi dengan pihak kampus, audiensi ini juga untuk mengutarakan masalah-masalah yang selama ini dirasakan oleh mahasiswa Indonesia. Secara umum ada 8 poin yang disampaikan Fahmi di hadapan Presiden diantaranya:

  1. Pihak kampus agar menambah tenaga pengajar dari Mesir, Saudi, Sudan dan negara-negara muslim lainnya guna menambah kualitas pengajaran di kelas.
  2. Pihak kampus agar menyediakan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang kurang mampu agar bisa terus melanjutkan sampai akhir masa studi.
  3. Pihak kampus agar menyetarakan harga hostel untuk mahasiswa Pakistan dan non Pakistan.
  4. Pihak kampus agar menyelesaikan masalah-masalah teknis yang terjadi di hostel yang mengganggu hak-hak mahasiswa Indonesia.
  5. Pihak kampus agar menyediakan halaqah ilmiah untuk mahasiswa putri.
  6. Pihak kampus agar memudahkan perizinan dengan security hostel untuk mahasiswa putri.
  7. Pihak kampus agar memasang CCTV di setiap sudut kampus untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
  8. Pihak kampus agar mengadakan program pertukaran pelajar dengan kampus lain yang melibatkan mahasiswa Indonesia.

 

Poin-poin yang disampaikan didengar dan disambut baik oleh Presiden dan akan diusahakan untuk bisa terealisasi. Khusus untuk poin nomor 3, Presiden beralasan karena banyak dari mahasiswa luar negeri yang menggunakan fasilitas berlebih seperti pemanas ruangan, pendingin ruangan, lemari es, dan alat-alat elektronik lainnya. Dan juga ada prioritas khusus untuk mahasiswa luar negeri dengan bisa mendapat kamar hostel tanpa menunggu waktu lama. Berbeda dengan mahasiswa lokal yang harus menunggu setahun sampai dua tahun.

Presiden berjanji untuk mengadakan pertemuan khusus dengan seluruh mahasiswa Indonesia nantinya. Fahmi menyatakan akan terus mengontrol hasil pertemuan agar segera terealisasi, dan akan terus menjalin komunikasi yang baik dengan jajaran birokrat kampus.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *