Kamis, 19 Desember 2019 bertempat di aula buda nusantara KBRI Islamabad diadakan sebuah agenda yang bertajuk dialog masyarakat indonesia dengan delegasi BNPT (badan nasional penanggulangan terorisme), PPATK (pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan) beserta DIRJEN haji dan umroh KEMENAG.
Duta besar republik Indonesia untuk Pakistan bapak Iwan Suyudhie Amri dalam sambutan pembukanya mengucapkan banyak terima kasih kepada segenap delegasi yang sedang melakukan kunjungan ke Pakistan kali ini dan kebanyakan dari delegasi baru pertama kali ke Pakistan.
“Hampir semua dari delegasi baru pertama kali berkunjung ke Pakistan, semoga dilain waktu bisa berkunjung kembali kesini” tandas bapak duta besar
Prof. Dr. Nizar selaku delegasi dari DIRJEN haji dan umroh KEMENAG disela-sela sambutannya beliau memaparkan perihal perbedaan pengurusan haji dan umroh di Indonesia dan Pakistan. Dan, beliau juga akan membentuk suatu tim guna menganalisis kemungkinan kawan-kawan mahasiswa yanb berada di Pakistan untuk bisa turut ambil bagian dalam program TEMUS (Tenaga musiman) pada musim haji.
Selaku perwakilan dari BNPT Komjend Kris Erlangga Adi Widjaya di dalam sambutannya sedikit memberikan masukan kepada kawan-kawan mahasiswa untuk lebih giat lagi dalam menuntut ilmu. Beliau juga berpesan untuk di kemudian hari nanti jikalau sudah selesai masa studynya di harap kepada kawan-kawan mahasiswa untuk kembali ke tanah air guna menyelesaikan permasalahan yang komplek di tanah air kita sekarang ini. Serta, beliau juga menegaskan bahwa bangsa Indonesia ini lahir dari perbedaan-perbedaan yang ada di dalamnya.
Delagasi dari PPATAK diwakili oleh Dr. Dian Ediana Rei yang sekarang sedang menjabat sebagai wakil ketua PPATK. Dalam sambutannya beliau sangat setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh Komjend Kris Erlangga. Beliau juga menegaskan bahwa musuh dari PPATK itu jauh lebih komplek dan lebih banyak dari BNPT, karena sejatinya yang dihadapi oleh PPATK itu bukan hanya tindak terorisme saja akan tetapi yang dihadapi PPATK ialah para koruptor, pelaku ilegal logging, pelaku ilegan fishing dan para bandar narkoba.
Acara malam tersebut ditutup dengan sesi perfotoan bersama dan dilanjutkan dengan makan malam bersama.
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *