12805673_1767769796787552_1825168392140693550_n2

Pada momen peringatan hari lahir NU yang ke 90, Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCI NU Pakistan mengadakan acara bertajuk “LGBT dalam NKRI, Efek dan Penanggulangannya”. Acara yang berlangsung pada hari Kamis (3/3) ini dilaksanakan di Hostel 5 Kamar 83 – New Campus, International Islamic University Islamabad. Pada kesempatan kali ini, bertindak sebagai pembicara adalah Hendro Risbiyantoro (MS Arabic) dan Ikmal Toha Kamaluzzaman (BS Islamic Studies).

Pada sesi pertama, Hendro selaku Rais Syuriah PCI NU Pakistan mengawali pemaparannya dengan menjelaskan definisi LGBT dan perkembangannya di NKRI. Selanjutnya, ia juga menjelaskan pandangan Islam mengenai LGBT ini dengan membawakan dalil-dalil dari al-Qur’an maupun as-Sunnah, di antaranya dalam surat An-Naml:54 yang berbunyi “Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu sedang kamu memperlihatkan(nya)?”

Tak hanya Islam, semua agama yang diakui di Indonesia juga menolak adanya LGBT. Di akhir pemaparannya, ia menerangkan bahwa landasan utama kaum LGBT adalah HAM (Hak Asasi Manusia) yang dimana itu semua merupakan kebebasan asasi tiap individu.

Acara Bahtsul Masail kemudian dilanjutkan dengan pemaparan sesi kedua oleh Ikmal Toha yang juga merupakan anggota Syuriah PCI NU Pakistan. Dalam sesi ini, ia lebih menekankan tentang kisah Nabi Luth as. Ia mengawali pemaparannya dengan menjelaskan sebab-sebab kaum Nabi Luth as. melakukukan tindakan keji ini dilanjutkan dengan upaya-upaya Nabi Luth as. dalam menyadarkan kaumnya untuk meninggalkan perbuatan tersebut.

Acara yang dihadiri oleh warga PPMI Pakistan yang lain ini semakin berlangsung menarik ketika pembawa acara mempersilahkan para hadirin untuk menyuarakan pendapat mereka masing-masing berupa penyebab dan solusi yang ditawarkan atas isu yang sedang hangat dibicarakan di Indonesia ini.

Ditemui usai acara, Zulfikri Hasibuan, Ketua Tanfidziyah PCI NU Pakistan, menjelaskan bahwa tujuan diadakannya acara ini sebagai ajang untuk diskusi dengan menampung pendapat dan ide-ide tentang efek dan penannggulangan LGBT di NKRI. “Dengan itu kita juga akan mempublikasikan pendapat dan ide-ide yang masuk untuk kebaikan NKRI yang mana sekarang sedang berkembang virus LGBT,” lanjutnya.

“Sikap kami jelas, menolak paham dan gerakan yang membolehkan atau mengakui eksistensi LGBT, terlebih untuk kampanye-kampanye yang marak disuarakan oleh kaum LGBT,” tegasnya. (az)

 

One Comment

  1. awwab 7 March 2016 at 2:05 am

    اللهم انفعنا بما علمتنا و علمنا ما ينفعنا….

     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *