Seiring dengan merebaknya virus corona ini yang telah tersebar di 150 lebih negara di seantero pelosok dunia maka kampus International Islamic University of Islamabad (IIUI) mengambil suatu tindakan untuk mengisolasi seluruh mahasiswa foreign. Dengan tindakan ini pihak  IIUI berusaha mencegah persebaran virus tersebut di lingkungan kampus, karena dalam sebuah penelitian diterangkan bahwasannya virus ini sangat mudah untuk menyebar. Dalam proses isolasi ini jumlah mahasiswa foreign berada di kisaran 400 lebih mahasiswa, serta para mahasiswa foreign tersebut berasal dari berbagai negara seperti halnya Indonesia, Thailand, Nigeria, Somalia dan Turki.

Sudah berjalan satu pekan kebijakan tersebut dilakukan, seluruh mahasiswa foreign dipusatkan dalam satu tempat supaya lebih mudah untuk diawasi. Pihak IIUI juga memberikan sebuah maklumat bagi seluruh mahasiswa Pakistan untuk kembali ke kampung halaman masing-masing. Terhitung sejak tanggal 13 Maret 2020 pihak IIUI mengambil langkah untuk meniadakan segala kegiatan perkuliahanhingga tanggal 5 April 2020 dikarenakan sudah menyebarnya virus tersebut. Bahkan di provinsi Sindh (provinsi di sebelah Selatan Pakistan) kegiatan belajar mengajar akan ditiadakan hingga penghujung bulan Mei mendatang.

Tak sedikit warga Pakistan yang sudah positif terdampak virus tersebut, sebagaimana dilansir situs berita Pakistan dawn.com hingga hari ini pukul 5.06 Pagi warga pakistan yang sudah positif terdampak sebanyak 878 jiwa. Dengan persebaran yang paling banyak berada di provinsi Sindh. Di posisi kedua ada provinsi Punjab, jumlah warga Punjab yang sudah positif terdampak virus tersebut sebanyak 246 jiwa. Disusul oleh provinsi Balochistan dengan angka 110 warga yang positif, hingga tulisan ini dibuat korban jiwa yang disebabkan oleh virus ini di Pakistan berjumlah 6 korban jiwa.

  1. Badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa gejala ini sebagai sebuah pandemi, dikarenakan wabah ini sudah menyebar di 150 lebih negara di penjuru dunia. Dengan tersebarnya virus ini di 150lebih negara maka WHO memberikan sebuah solusi untuk sedikit menghindarkan diri kita dari persebaran virus ini, sebuah solusi dari WHO tersebut dinamakan sebagai Social Distance. Akan tetapi seiring berjalannya waktu solusi yang ditawarkan oleh WHO ini mengalami sedikit perubahan nama, beberapa hari yang lalu WHO meralat solusi yang pertama kali ditawarkan dahulu.

Sekarang ini WHO mengubah nama Social Distancetersebut menjadi Physical Distance, lantas mengapa WHO mengubah nama dari solusi tersebut? alasan WHO merubah istilah dari Social Distance menjadi Physical Distance karena WHO ingin manusia tersebut masih tetap bersosial (berhubungan) dengan sesama manusia yang lain, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Jikalau saja WHO masih tetap menggunakan istilah Social Distancedikhawatirkan akan renggangnya bahkan putusnya hubungan diantara sesama manusia, meskipun itu hanya saling bertegur sapa di antara sesama manusia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *