IMG-20160419-WA0002

Setiap semester International Islamic University (IIU) Islamabad memberikan kesempatan kepada tiap-tiap fakultas untuk mengadakan trip ke beberapa destinasi wisata yang terdapat di Pakistan. Pihak kampus juga memberikan subsidi kepada pihak penyelenggara yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada tiap mahasiswa – khususnya mahasiswa asing – agar dapat mengunjungi tempat-tempat wisata tersebut dengan harga yang sangat terjangkau.

Tak ingin ketinggalan, Fakultas Ushuluddin juga mengadakan trip ke beberapa destinasi wisata, seperti : Salt Minus Khewra, Katas Raj Temple, Kallar Kahwa Lake. Setiap peserta hanya dibebankan uang pendaftaran sebesar 100 rupees (sekitar 13 ribu rupiah). Trip ini sendiri diadakan pada hari Sabtu, 16-04-2016.

Pukul 9.30 pagi, 3 bus kampus membawa para peserta dari kampus menuju destinasi pertama, Salt Minus Khewra (mahasiswa Indonesia lebih suka menyebutnya “Gua Garam”). Gua Garam yang terletak sekitar 200 kilometer dari Islamabad ini membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk sampai ke tempat tujuan.

Setelah sampai di tempat dan istirahat sejenak, kami diarahkan untuk bersama-sama memasuki tempat dengan membayar 100 rupees lagi untuk tiket masuk. Hal pertama yang dirasakan oleh para peserta ketika pertama kali masuk tempat ini adalah hawa sejuk yang sangat berbeda dengan di luar. Maklum saja, selama perjalanan kita cukup disuguhkan oleh udara panas pertanda akan masuknya musim panas di Pakistan.

Memasuki Gua Garam, para peserta dihadapkan pada lorong sepanjang 300 meter dengan hawa sejuk yang selalu menemani mereka. Selepas melewati lorong, kita bisa melihat aneka hiasan yang bahan dasarnya dari garam. Pada umumnya hiasan-hiasan ini dibuat sebagai cinderamata bagi para wisatawan agar dapat dibawa pulang, tentu dengan harga yang terjangkau. Ada juga hiasan yang dibuat serupa dengan menara, bangunan kecil, bahkan meja resepsionis. Bisa dikatakan sebagian besar bangunan ini bahan dasarnya terbuat dari garam.

IMG-20160419-WA0003

Perjalanan semakin menarik tatkala kita bisa mengetahui tempat peninggalan penambangan yang sudah tak berfungsi lagi. Satu fakta yang tidak banyak diketahui oleh orang lain, bahwa Gua Garam ini merupakan penambangan garam terbesar kedua di dunia. Dan juga pertambangan garam ini merupakan salah satu yang tertua di dunia. Konon katanya, cadangan garam disini tak akan habis dikonsumsi selama beberapa abad kedepan sekalipun.

IMG-20160419-WA0004

Mengingat waktu yang terbatas, petualangan di Gua Garam ini harus kami akhiri untuk melanjutkan perjalanan destinasi selanjutnya. Dan udara panas yang menemani kita selama perjalanan, berangsur-angsur menghilang diganti dengan kehangatan sore yang siap menemani kita menuju destinasi selanjutnya. (bersambung…) –az.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *