pasar

Oleh: Ahmad Azizuddin, S.E.I (MS.ECO Student of International Islamic University of Islamabad)

Sejak zaman dulu ekonomi tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia, karena untuk memenuhi sebuah kebutuhan, manusia harus mempunyai sesuatu untuk ditukarkan guna melengkapi kebutuhan masing-masing, maka terjadi aktivitas transaksi take and give, baik dalam bentuk barter hingga sekarang berkembang, uang menjadi mediasi pertukaran antara barang satu dengan lainnya. N. Gregory Mankiw dalam bukunya Principle of Economics mengatakan :

“…Why you should study Economics ? There are three reasons, the first reason to study economics is that it will help you understand the world in which you live… The second reason is that it will make you a more astute participant in the economy… The third reason is that it will give you a better understanding of both the potential and the limits of economic policy…

 

Kegiatan tersebut (aktivitas ekonomi) mendorong manusia untuk tetap survive dengan cara menyesuaikan diri dengan lingkungan sehingga dia mampu untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada disekitarnya untuk diproduksi, baik menjadi bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi. Dan karena setiap lokalitas wilayah mempunyai sumber daya yang berbeda, maka kegiatan produksi menghasilkan komoditas yang variatif, itulah alasan pertama yang dikemukakan oleh Mankiw, sehingga ketika ada seseorang yang membutuhkan komoditas maka terjadi demand and supply yang mengakibatkan aktivitas ekonomi melibatkan penjual dan pembeli.

Perkembangan zaman menunjukkan dinamika ekonomi yang semakin kompleks dikalangan masyarakat. Meningkatnya populasi manusia mengakibatkan meningkatnya komoditas yang harus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan, karena setiap individu membutuhkan konsumsi, maka dalam keadaan tersebut manusia harus cerdas mengambil keputusan, How society manages its scarce resources? Alasan kedua yang dikemukakan oleh Mankiw memberitahukan bahwa sumber daya harus dimanfaatkan secara tepat sehingga di masa yang akan datang sumber daya masih tetap dapat dikonsumsi.

Untuk mengelola sumber daya agar lebih optimal, maka dibutuhkan juga usaha yang maksimal, salah satunya adalah membuat kebijakan yang mengatur aktivitas ekonomi agar tetap berjalan dengan balance antara produksi dan konsumsi, regulasi tersebut bukan dimaksudkan untuk membatasi kegiatan ekonomi, melainkan tindakan preventif untuk mengantisipasi terjadinya eksploitasi dan distorsi yang justru berdampak pada stabilitas ekonomi. Maka pernyataan ketiga Mankiw adalah tentang pemahaman terhadap situasi dan kondisi yang perlu diketahui oleh seluruh kalangan masyarakat agar mereka menyadari pentingnya sebuah kebijakan konstruktif.

Objek dari kebijakan ekonomi yang dibuat tidak lain adalah untuk mencapai economic effeciency yang berdampak pada kesejahteraan sosial. Dimana entitas kesejahteraan dapat direfleksikan pada tingkat kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan kelayakan hidup yang diterima oleh setiap individu. Oleh karena itu, distribusi kesejahteraan oleh pemerintah seharusnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat jika dilakukan secara komprehensif dan mengenai target, maka secara otomatis kebutuhan sosial akan tercukupi.

Selain itu, peran aktif masyarakat untuk mewujudkannya sangat penting, karena sebegai pelaku aktivitas ekonomi, masyarakat sebagai mesin penggerak roda aktivitas ekonomi. Kontribusi tersebut direlisasikan dalam bentuk UKM (Usaha Mikro-Menengah) oleh kalangan masyarakat yang mempunyai modal tidak besar, secara short-run dampaknya memang tidak terlalu signifikan, namun secara long-run berdampak pada pembentukan fundamental ekonomi kokoh.

Urgensitas pengetahuan terhadap disiplin ilmu ekonomi sudah menjadi kebutuhan di era ini, apalagi sekarang sedang dihadapkan pada persaingan bebas dalam pasar global, maka tuntutan untuk menciptakan aktivitas ekonomi yang progresif perlu disosialisasikan secara masif dan diaplikasikan pada semua pelaku ekonomi, baik dari kalangan regional maupun internasional agar dapat bersinergi mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatkan economic growth yang tumbuh secara signifikan dan pada akhir muara akan mewujudkan social welfare.

Aktivitas ekonomi yang teratur dan strategik adalah manifestasi dari asumsi-asumsi yang dibangun dari realita keadaan suatu negara, dengan menyesuaikan potensi sumberdaya yang dimiliki baik ditinjau dari sisi geografi, lingkungan dan kebudayaan yang kemudian membentuk corak aktivitas ekonomi yang variatif. Misalnya daerah pantai, biasanya pasti ditemui tempat pelelangan ikan (TPI), tempat dimana terjadi pertemuan antara masyarakat yang membutuhkan ikan dan penjual ikan sedang melakukan transaksi. Aktivitas tersebut menggambarkan bahwa, manusia yang saling membutuhkan harus melengkapi kebutuhan masing-masing, dengan mediasi pasar maka terjadilah transaksi antara keduanya.

Kesejahteraan sosial (welfare) merupakan cita-cita setiap negara, untuk mewujudkannya setiap negara mempunyai metode-metode yang ditempuh, yaitu salah satunya dengan menerapkan model sistem ekonomi di negaranya. Secara umum dalam dunia ekonomi, sistem ekonomi ada beberapa macam yaitu sistem ekonomi kapitalis yang berkiblat pada pemodal, sistem ekonomi sosialis yang berpatokan pada kesetaraan dan ekonomi Islam yang bersinergi dengan agama.

Sistem ekonomi di atas telah diterapkan dalam dunia internasional, walaupun ada juga yang menerapkannya secara utuh dan ada juga yang mengkolaborasikan antar sistem. Dari sistem ekonomi tersebut, kebijakan yang menetukan aktivitas ekonomi akan menjadi alur bagaimana aturan main ekonomi suatu negara untuk mewujudkan kesejahteraan sosial.

Peran aktitas ekonomi menjadi jembatan bagi setiap negara untuk mencapai kesejahteraan, jika aktivitas ekonomi lemah maka akan berdampak pada proses pencapaian kesejahteraan sosial yang tidak maksimal, namun jika mobilitas aktivitas ekonomi suatu negara tinggi, maka dapat diasumsikan bahwa tingkat transaksi yang terjadi menggambarkan tingkat produksi dan konsumsi yang sedang berlaku. Dengan demikan, membuktikan bahwa signifikansi aktivitas ekonomi sangat erat kaitannya dalam mewujudkan kesejahteraan sosial.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *