Net Edu

Oleh: Naufal Fairuzillah

Di era modern ini, dunia teknologi informasi dan komunikasi semakin lama semakin berkembang. Berbagai lini kehidupan memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut, karena kita menyadari bahwa hal itu sangat membantu dalam kelangsungan hidup manusia. Dunia pendidikan pun berinovasi dalam mengkombinasikan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai contoh dengan adanya model Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam metode pembelajaran di era globalisasi ini.

Pendidikan Jarak Jauh (Bahasa Inggris: Distance Education) adalah suatu metode dalam pendidikan formal di suatu lembaga pendidikan yang mana pendidik dan peserta didiknya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan komunikasi interaktif agar terjalinnya proses belajar mengajar antara kedua belah pihak. Ada pun untuk media pembelajarannya bersumber dari berbagai macam seperti cetak, audio, video, radio, televisi, komputer dan lain sebaginya secara langsung maupun tidak langsung, secara soft material atau pun hard material.

Pendidikan Jarak Jauh yang bersifat terbuka, belajar mandiri, daya jangkau luas lintas ruang, waktu dan sosioekonomi menjadi keuntungan tersendiri tatkala diterapkan di Indonesia, diantaranya:

  1. Dapat diakses diseluruh wilayah di Indonesia.

Indonesia merupakan negara terbesar ke 13 dengan luas sekitar dua juta km2. Nanum kepadatan penduduk wilayah Indonesia tidak merata sehingga hal ini mempengaruhi akses lembaga pendidikan di Indonesia. Dengan adanya metode Pendidikan Jarak Jauh, para pelajar yang berdomisili di wilayah terpencil dan jauh dari lembaga pendidikan tetap dapat mengenyam pendidikan secara jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi atau internet.

  1. Pendidikan Jarak Jauh Tidak Membatasi Usia

Bagi masyarakat Indonesia yang tidak dapat melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya secara langsung atau usianya sudah terbilang cukup tua sehingga tidak dapat melanjutkan pendidikan formal di lembaga pendidikan tertentu, maka Pendidikan Jarak Jauh bisa menjadi solusinya. Hal tersebut dikarenakan Pendidikan Jarak Jauh bersifat terbuka dengan tidak membatasi usia.

  1. Belajar Mandiri

Adanya kesibukan tertentu sehingga tidak sempat menghadiri perkuliahan secara reguler menjadi kendala bagi orang-orang yang sudah mempunyai pekerjaan namun tetap ingin melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya. Dengan belajar mandiri tanpa harus hadir di kelas, diterapkan di dalam metode Pendidikan Jarak Jauh tentunya dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditentukan.

  1. Lebih Murah Dibanding Pendidikan Konvensional

Jika membandingkan biaya yang diperlukan di Pendidikan Pendidikan Jarak Jauh terbilang lebih murah dari pada pendidikan konvensional. Hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti; PJJ tidak bergantung pada bangunan sebagai ruang kelas, tenaga pengajar tidak perlu bertatap muka dengan peserta didik, media pembelajaran dan proses ujian dapat dilakukan secara online. Banyak masyarakat Indonesia yang tidak mampu melanjutkan jenjang pendidikan karena faktor ekonomi, dengan metode PJJ biaya perkuliahan terbilang lebih hemat dan mampu membantu pelajar Indonesia yang ingin terus melanjutkan pendidikannya.

  1. Tidak Ada Batasan Waktu dalam Menyelesaikan Studi & Tidak Ada Sistem Drop Out

Universitas Terbuka (UT) merupakan universitas di Indonesia yang menerapkan pendidikan terbuka dan jarak jauh. Di UT sendiri tidak membatasi waktu dalam meyelesaikan studi para pelajarnya bahkan tidak ada sistem drop out.

  1. Waktu Pendaftaran Sepanjang Tahun

Biasanya lembaga pendidikan yang menerapkan pendidikan konvensional mentukan masa pendaftaran bagi calon para calo pelajar, di sisi lain lembaga pendidikan yang menerapkan PJJ tidak membatasi masa pendaftaram calon pelajar atau mahasiswa, jadi waktu pendaftaran dibuka seluasa-luasnya sepanjang tahun.

Selain terdapat beberapa keuntungan atau kelebihan yang didapat dari PJJ, namun ada juga permasalahan-permalahan yang menjadi tantangan bangsa Indonesia dalam memanfaatkan dan meimplemtasikannya. Beberapa tantangannya yaitu:

  1. Minimnya Akses dan Infrastruktur Jaringan Telekomunikasi di Daerah Terpencil

Di daerah perkotaan sudah tidak diragukan akan tersedianya akses dan infrastruktur jaringan telekomnikasi dan internet, namun daerah-daerah terpencil di wilayah Indonesia masih lah terbatas terutama di pulau-pulau jarang penghuni. Jikalau akses jaringannya tersebar luas dan merata di seluruh wilayah Indonesia, masyarakat Indonesia dapat belajar dengan metode e-learning memanfatkan internet walaupun berdomisili di daerah pedesaan.

  1. Mahalnya Harga Koneksi Internet

Secara umum masyarakat Indonesia yang rutin membeli dan mempunyai koneksi internet yaitu kalangan menengah ke atas, sedangkan kalangan menengah ke bawah tidak mampu untuk mengkonsumsinya karena mahalnya biaya internet. Beberapa tempat umum di Indonesia sudah sudah dipasang free WIFI bagi siapapun, hanya saja itu masih sedikit.

  1. Rendahnya Keterampilan Teknologi Informasi & Komunikasi Masyarakat Indonesia

Perlunya meningkatkan keterampilan TIK kepada masyarakat Indonesia terkhusus bagi tenaga pengajar dan mahasiswa. Jikalah masyarakat Indonesia sudah tidak gaptek (gagap teknologi), maka mereka yang ingin belajar secara jarak jauh atau berbasis e-learning sangatlah mudah sekali.

  1. Masih Minimnya Lembaga Pendidikan yang Menerapkan PJJ

Banyak lembaga pendidikan di Indonesia yang belum berani dan belum mampu untuk menyelenggarakan PJJ. Sejatinya pemerintah Indonesia mendukung akan diterapkannya PJJ di Indonesia dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indinesia Nomor 24 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh. Sistem PJJ menjadi bagian yang yang menyatu dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Di Indonesia sendiri, selain UT terdapat 6 universitas lain yang menerapkan PJJ diantaranya Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Universitas Teknologi Surabaya, Universitas Binus, dan AMIKOM Yogyakarta (Kompas 2015).

Fleksibilitas menjadi hal yang ingin diimplementasikan oleh kebanyakan orang, namun jika tidak disikapi dengan baik akan membuat manusia lalai dengan kemudahan yang ada. Sama halnya dengan PJJ ini, para pelajar yang mengambil studi secara PJJ harus konsekuen dan mencapai target tertentu agar terciptanya pembelajaran yang kondusif dan efektif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *