Dakwah Sekaligus Bisnis?

Farras Abyan Aziz

Bs Economics

International Islamic University Islamabad

 

Industri Halal Global

Di era industri 4.0 ini, dakwah dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan pengembangan industri halal. Beberapa sektor halal yang dikembangkan dan diminati masyarakat global seperti busana muslim, makanan, obat-obatan, kosmetik, pariwisata, keuangan syariah, dan media rekreasi.

Menurut laporan Ekonomi Islam Global, 1,8 miliar konsumen muslim terbantu  dengan adanya ekosistem ekonomi Islam. Bahkan, konsumsi di tahun 2018 sebesar US$2.2 triliun diprediksi akan mencapai US$3.2 triliun di tahun 2024. Tentu konsumen muslim maupun non-muslim saat ini merasa nyaman dan aman menggunakan produk dan jasa syariah karena keistimewaan produk halal.

Negara-negara dengan produk halal saat ini mulai meningkatkan kapasitas standarisasinya bersama pemerintah dan mulai membuat rancangan ke depan untuk pengembangan produk halal.

 

Teknologi dan Produk Halal

 Teknologi dan apps (aplikasi) menghubungkan pebisnis muslim untuk membuat halal start-up dan mengundang para investor menanamkan modalnya di sektor keuangan Islam, gaya hidup, busana muslim, dan pariwisata yang ramah untuk wisatawan muslim. Diikuti oleh sektor farmasi, kosmetik, dan media rekreasi seperti film, musik, dan produk sejenis.

Di bagian lainnya, apps juga membantu mengubungkan restoran halal dan toko bermerek muslim kepada konsumen. hal ini juga didukung oleh adanya kawasan industri halal seperti Halal Park Senayan Jakarta yang menawarkan aneka macam makanan, minuman, tempat bermain anak, dan toko busana muslim. Selanjutnya Indonesia menargetkan pembangunan kawasan produk halal senilai US$18 juta.

 

Bagaimana dengan Konsumen Produk Halal?

 Diprediksikan pada tahun 2030, konsumen produk halal akan mencapai 2.2 miliar dan GDP (Gross Domestic Product) per capita di negara-negara organisasi konferensi Islam meningkat sebesar 4.3%. selanjutnya berdasarkan hasil survei, 76% penduduk muslim memandang bahwa mengikuti ajaran Islam sangat penting. Peningkatan ini menjadi titik balik bagi umat muslim untuk semangat membentuk ekosistem halal dan membangun bisnis.

 

Makanan Halal

Konsumen muslim umumnya membayar lebih untuk sebuah daging yang diproses secara halal dan tersertifikasi, perhatian masyarakat muslim juga tertuju pada komposisi makanan. Apakah di dalamnya terdapat kandungan yang haram seperti gelatin atau pewarna dari babi dan zat aditif?

Ini yang mendorong perusahaan permen internasional Haribo Nestlé dan Ferrero Rocher menggunakan sertifikasi halal. Karena mereka paham potensi pasar akan cukup besar jika dua perusahaan tersebut memproduksi permen melalui proses dan bahan yang halal. Dengan begitu masyarakat muslim dan non-muslim bisa ikut menikmati. Mereka tidak hanya memperhatikan dari segi ke-halal-annya saja, tetapi juga kesehatan, kemurnian  dan kebersihannya.

Di bidang start-up, Singapura memulai inovasi Whatshalal platform yang menghubungkan pemasok makanan dengan badan sertifikasi halal beserta badan auditnya. Lalu Salam Planet apps menyediakan layanan pencarian klub makan halal dan acara-acara untuk masyarakat muslim. 200.000 orang telah terdaftar di platform ini dari beberapa negara seperti UK, Pakistan, dan Denmark.

Potensi industri makanan halal ini diprediksi akan meraup kekayaan sebesar US$1.97 triliun di tahun 2024 atau sekitar 17% konsumsi pangan global. Beberapa potensi bisnis makanan halal yang dapat dikembangakan seperti bahan pokok, makanan siap saji, teknologi pangan, pengolahan daging dan jajajan, konsep ritel, dan produk e-commerce halal.

Namun, tantangan yang dihadapi pun cukup banyak. Seperti Mr. Ahmad dari Australia yang sangat perhatian dengan makanan halal. Mr. Ahmad hanya menemukan sedikit restoran halal di kawasan tempat tinggalnya. Untuk membeli kebutuhan pokok di supermarket yang menyediakan produk halal saja, ia perlu menempuh jalan cukup jauh karena keterbatasan jumlah produk halal. Persepsi masyarakat tentang hal-hal yang menyangkut Islam juga  membuat sedikitnya permintaan produk halal seperti ayam atau daging.

 

Sertifikasi Halal

 Sertifikasi halal memang tergolong mahal. Misalnya, biaya sertifikasi di Australia mencapai AU$ 50.000 atau setara dengan US$ 30.000. Meskipun di Indonesia MUI (Majelis Ulama Indonesia) hanya mematok harga kisaran Rp. 2.000.000 sampai Rp. 3.000.000 untuk perusahaan dengan karyawan di atas 20 orang.

Akan tetapi, manfaat yang diterima sangatlah besar bagi para produsen dan konsumen produk halal. Bahkan, saat ini di negara non-muslim telah berdiri Halal Certification Board Leader in the Mediterranean Region yang bernama Instituto Halal. Mencakup wilayah Spanyol, sebagian Eropa, Mexico, Guatemala, dan Cuba.

 

 

Keuangan Syariah

Keuangan Islam umumnya memang terlihat tidak menarik. Tetapi dengan aset yang saat ini mencapai US$ 2,5 triliun. Keuangan syariah dapat dikatakan mampu bersaing secara global. Beberapa sisi yang diadopsi dari perkembangan industri 4.0 seperti fintech, cryptocurrency, sukuk, dan green sukuk . Trend juga menunjukkan bahwa bukan hanya masyarakat muslim saja yang mendapatkan manfaat dari bank tanpa riba, tetapi masyarakat non-muslim pun ikut merasakan. Tekonologi lainnya seperti blockchain juga diterapkan oleh Al-hilal Bank UEA pada transaksi sukuk.

Waqaf dan zakat juga terus dikembangkan melihat kontrbusinya bagi warga pengungsi sangat besar. Pengungsi Syria di Turki cukup merasakan musim yang sangat dingin tanpa pakaian yang memadai. Sampai saat ini sudah terkumpul US$ 76 miliar zakat sejak 2018 dan US$ 410 miliar aset waqaf sejak 2016 di seluruh dunia.

 

Islamic Fintech

 Menggabungkan teknologi dan jasa keuangan membuat transaksi semakin mudah dan cepat. Fintech di Indonesia saat ini sudah berdiri 37 perusahaan yang terdaftar ikut dalam AFSI (Asosiasi Fintech Syariah Indonesia). Di antaranya 15 perusahaan telah memiliki Mobile App di Google Play Store.

Fintech masih terbagi lagi menjadi beberapa jenis, antara lain pinjaman (peer-to-peer lending), sistem pembayaran, manajemen investasi dan keuangan, pembanding harga, insurtech, crowdfunding, POS system, cryptocurrency dan blockchain, serta akuntansi. Dari sembilan jenis  fintech tersebut, yang mendominasi ekosistem fintech di Indonesia adalah sistem pembayaran (payment) sebesar 38 % dan P2P lending sebesar 31 %.

 

Sukuk

Sukuk atau obligasi syariah saat ini digunakan oleh pemerintah Indonesia sebagai instrumen pembiayaan program pemerintah terkait aksi perubahan iklim, termasuk mendukung pembangunan berkelanjutan seperti pembuatan energi terbarukan, infrastruktur dan pariwisata hijau atau konsep ekowisata, pertanian, transportasi, pengelolaan SDA (Sumber Daya Alam) yang berkelanjutan, pengelolaan limbah dan limbah untuk energi dan teknologi yang ramah lingkungan.

 

Pariwisata Ramah Bagi Pengunjung Muslim

 DinarStandard memprediksi konsumsi wisata halal akan mencapai US$274 miliar secara global pada  tahun 2024. Beberapa sektor yang menarik di tahun ini seperti perjalanan untuk masyarakat muslim sesuai permintaan, wisata yang berkelanjutan, pengelolaan ibadah umrah berbasis teknologi, dan resort-pantai halal. Di Indonesia sendiri, konsumsi untuk wisata halal di tahun 2018 mencapai US$ 11 miliar.

Menurut Arief salah satu pebisnis kelapa sawit dari indonesia, Wisata Halal dapat memberikan kenyamanan pada keluarga muslim tanpa mengurangi suasana hiburannya. Namun yang menjadi halangan seperti restoran dengan makanan lokal halal sangat sulit ditemukan. Tempat yang bersih dan nyaman, masjid di dekat tempat wisata,  tempat yang menjunjung tinggi nilai berbusana menutup aurat dan wistawan yang berperilaku sopan atau menghormati budaya lokal juga perlu menjadi perhatian pengelola tempat wisata halal.

 

Inovasi di Bidang Pariwisata

Pemandu travel online seperti Have Halal dan Will Travel meluncurkan Chatbot Robot bernama Sophia yang dapat menjawab pertanyaan seputar wisata dari facebook, email, atau website. Bahkan, Dubai’s RTA (Roads and Transport Authority) akan meluncurkan taksi terbang yang dapat memuat 5 penumpang sekaligus.

Konsep yang digunakan umumnya berorientasi pada resolusi SDG (Sustainable Development Goals) 17. Poin utamanya adalah pengelolaan yang berkelanjutan. Beberapa hal yang perlu diterapkan di sektor pariwisata Indonesia seperto sumber energi dari tenaga surya, penggunaan kendaraan hybrid dan elektrik, alat multimedia di beberapa tempat peninggalan sejarah, tekonologi yang membantu mengurangi sampah makan, dan lain-lain.

 

Busana Muslim

Seiring perkembangan industri busana muslim, produk yang dibentuk begitu bervariasi. Namun masyarakat muslim mengkritik beberapa desain yang patut dan layak digunakan sesuai dengan syariat. Maka, diperlukan adanya sebuah badan yang mengatur produksi busana muslim seperti fungsi dewan pengawas syariah pada perbankan syariah. Industri fesyen lainnya membutuhkan lebih banyak lagi desain busana muslim terutama khusus untuk masyarakat kelas atas akibat dari permintaan pasar yang meningkat cukup pesat.

Inovasi produk juga dikembangkan oleh beberapa brand olahraga seperti Nike mengeluarkan brand buasana olahraga muslim untuk atlet, Merek Jerman Smartkhu Z meluncurkan sepatu pria dengan bagian dalam yang dapat dilepas ke kaus kaki tradisional muslim (khuf).

Potensi lainnya yang dapat dikembangkan adalah pakaian berukuran besar, menggunakan bahan yang ramah lingkungan atau bahan organik seperti yang dilakukan oleh perusahaan Scarabeus Sacer, dan juga kemudian produk yang bisa menyumbangkan sebagain profitnya kepada masyarakat Palestina.

Dari sisi ekonomi, akibat banyaknya permintaan busana muslim mendorong institusi pendidikan membuka fakultas desain seperti Rabia Z Modest Fashion Academy dan Singapore’s MDIS School of Fashion and Design. Dengan adanya sekolah fashion dan design ini akan  membantu pemberdayaan perempuan.

 

 

Halal Farmasi

Di abad ke 11 dan 12 tokoh muslim Ibn Sina, Al-Razi, dan Al-Biruni merupakan tokoh berpengaruh dalam ilmu obat-obatan dan kesehatan. Di era modern ini justru negara-negara OKI (Organisasi Konferensi Islam) merupakan mayoritas pengimpor obat-obatan dan sangat sedikit riset mengenai obat-obatan. Bahkan konsep tentang farmasi halal justru sangat minim di negara OKI.

Sebagai contoh wawancara oleh tim dinar standard kepada Mr. Ahmad dari Rabat Maroko. Ayah dari dua anak, bekerja sebagai software engineer dengan penghasilan US$ 4100. Mr. Ahmad sangat peduli terhdap konsumsi obat-obatn halal. Sayangnya tidak ada produk obta-obatan halal di Maroko, jika ia ingin mengimpor barang regulasinya cukup ketat.

Selain itu, fenomena anti-vaksin akibat kandungan zat gelatin dari babi juga menjadi perhatian negara-negara OKI untuk mengembangkan vaksin dan obat-obatan halal. Ada kebutuhan mendesak bagi negara-negara OKI untuk segera diselesaikan dengan  sertifikasi halal.

Yang mengejutkan, negara seperti Korea Selatan sudah melihat juah ke depan mereka memproduksi obat-obtan halal untuk dijual ke Indonesia. Seperti perusahaan Chong Kun Dang memproduksi obat anti-kanker di Indonesia. kemudian perusahaan farmasi Daewoong sedang mencari sertifikasi halal untuk pabrik biofarmasinya. Ada lagi perusahaan Jilgyungyi memproduksi obat pembersih bagian kewanitaan yang tersertifikasi halal.

Melihat fenomena ini, Malaysia telah merevisi pedoman MS2424 (2012) tentang vaksin halal dan mengeluarkan standar halal untuk perangkat medis. studi obat-obatan halal juga dikembangkan melalui kampus IIUM (International Islamic University of Malaysia), International Institute for Halal Research and Training bersama International Halal Malaysia Selangor  mengembangkan pusat pelatihan dan pendidikan halal, termasuk kepatuhan teknis halal.

Di Indonesia, PT. Bio Farma milik pemerintah Indonesia berencana untuk mengembangkan vaksin halal campak-rubella (MR). dan vaksin lainnya yang bebas dari komponen hewani

Tantangan lainnya yang perlu dihadapi pertama, produksi halal gelatin, halal vaksin, halal neutraceuticals, holistic halal-based homeopathy. Kedua, Pengobatan halalopathics menggabungkan perawatan kesehatan, obat-obatan halal dan makanan halal untuk mengembangkan pendekatan holistik untuk pengobatan untuk pasien muslim.

Ketiga, pabrik obat-obatan yang dibuat tidak hanya memenuhi standar kebutuhan halal, tetapi juga melalui proses yang cukup ketat dari segi kemanan produksi, proses uji coba, logistik, dan juga tempat penyimpanan.

Keempat, menarik perhatian banyak perusahaan farmasi menggunakan lisensi halal meskipun terdapat biaya tambahan yang dikenakan perusahaan sertifikasi. Karena  saat ini banyak masyarakat yang menginginkan obat-obatan halal.

 

CSR dengan Resolusi SDG di Sektor Farmasi

Perusahaan selain harus mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan memang perlu untuk memberikan kontribusi pada lingkungan sosial sekitarnya. Hal ini dipandang penting karena pada dasarnya perusahaan secara tidak langsung merugikan banyak aspek kehidupan. Salah satunya dari pembuangan limbah.

Tanggung jawab sosial atau CSR (Corporate Social Responsibility) dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Setidaknya mengurangi dampak limbah bagi lingkungan hidup. Beberapa contoh lainnya seperti perusahaan farmasi Johnson & Johnson melengkapi Komitmen SDG 2020 dengan Health for Humanity 2020 Goals, berfokus pada keberlanjutan, termasuk komitmen untuk kemasan plastik agar 100% dapat digunakan kembali, dapat didaur ulang, atau dibuat kompos pada tahun 2025.

Hibah Inovasi Kesehatan Global Yayasan Pfzer (GHIG) memberikan hibah senilai US$ 100.000 kepada 20 pengusaha sosial di 12 negara setiap tahun untuk meningkatkan akses layanan kesehatan

 

Kosmetik Halal

 Kosmetik halal di Indonesia sudah cukup lama dirintis salah satunya produk beremerek Wardah sejak tahun 1995. Yang dimaksud kosmetik halal bukan hanya produk yang bebas bahan alkohol atau najis, tetapi juga dari proses pembuatannya. Selain itu, bahan yang diproduksi perlu mementingkan bahan yang digunakan. Apakah bahan tersebut biodegradable atau limibahnya dapat terurai oleh organisme hewan dan tumbuhan? Apakah botol beserta kemasannya ramah lingkungan?

Masyarakat global menggunakan US$ 64 untuk konsumsi kosmetik halal. Produk-produk tersebut seperti lipstick, pewangi dan parfum, kutek, body lotion, krim wajah, dan produk sejenis lainnya. di sektor e-commerce penjualan kosmetik dari Malaysia prettysuci.com ikut mengalami pertumbuhan yang sangat cepat sejak 2018. Brand Simplysiti menjual 40% produknya secara online. Selain itu, merek Boutiqaat dari Kuwait, meningakatkan nilai valuasinya dua kali lipat atau setara dengan US$ 500 juta.

Namun sayangnya, negara-negara OKI masih menjadi pelanggan kosmetik halal impor. Pasar kosmetik halal malahan didominasi oleh negara non-muslim seperti Korea Selatan dengan nilai ekspor bertambah hampir dua kali lipat di tahun 2018. Bahkan negara ini mendapat dukungan dari kementerian pangan dan obat-obatan untuk pelatihan sertifikasi kosmetik halal secara gratis.

Wawancara oleh Mrs. Buhsra dari India. Ibu ini menghabiskan 30-40 $ (dolar apa?) untuk produk kosmetik halal seperti lipstick, maskara, eye shadow, pembersih kulit, body lotions, shampoo dan conditioner. Menurut Mrs. Buhsra, halal kosmetik adalah produk yang tidak menggunakan zat dengan kandungan babi, alkohol, dan disembelih dengan cara yang syar’i. Sayangnya produk-produk tersebut jarang ditemukan di toko ritel India. Padahal penduduk muslimnya lebih dari 250.000.000 orang. Persepsi masyarakat pada umumnya hanya sebatas menggunakan produk yang cocok dan kualitas yang bagus tanpa memperhatikan ke-halal-annnya. Mrs. Bushra membeli produk halal tersebut melalui www.amazon.in dan www.nykaa.com

 

Halal Media dan Rekreasi

Film-film di negara barat seringkali menggambarkan muslim sebagai teroris dan anti kebebasan. Tantangan ini membawa umat muslim berperan untuk meluruskan ajaran Islam. salah satunya dengan membuat “Riz Test”. Riz diambil dari nama artis Riz Ahmed pemain salah satu layar lebar berperan sebagai venom.

Dalam pidatonya di House of Common, Riz menyampaikan 5 pertanyaan untuk mengukur kegagalan sebuah film. Pertama, apakah karakter pemainya berbicara tentang terorisme? Kedua, apakah karakternya menunjukkan kemarahan secara tidak rasional? Ketiga, apakah film tersebut merepresentasikan takhayul, terbelakang secara budaya, dan anti-modern? Keempat, karakter dan film tersebut merepresentasikan ancaman bagi kehidupan negara barat? Kelima, apakah karakter laki-lakinya membenci wanita ( misoginis ) atau perempuannya ditindas pasangan laki-lakinya? Jika jawabannya “iya” maka film tersebut dikategorikan sebagai film yang gagal.

Tantangan lainnya juga dirasakan oleh orang tua. Mereka khawatir konten-konten film yang tidak layak untuk ditonton anak-anak semakin banyak. Menjadi sebuah harapan masyarakat muslim mendapatkan konten-konten baru yang sesuai prinsip etika keluarga muslim.

Inovasi konten-konten muslim mulai dikembangkan, seperti Netflix berencana menayangkan film Al-Rawabi School for Girls, kemudian film dari Arab dengan karakter anime ala Jepang sedang dikembangkan oleh studio Tanim Arab Saudi beserta film animasi dan kartun, kemudian Omani Cartoon Animation Tawaseel mendapat penghargaan dari Cairo International Animation Forum, karakter muslim pada kartun di Cartoon Con New York City, dan mainan anak-anak dengan tema Islam Salam Sisters Zileej.

Dari sisi musik juga terdapat musik-musik islami seperti Maher Zain dan beberapa Podcast dakwah, Youtube TV Channel, Platform film based-on-demand Muslim Kids TV, Ali Huda, Alchemiya. Yang paling unik, muncul social media dengan menerapkan nilai Islam. Namanya labayk.com

 

Kolaborasi

Sejuta bidang yang dapat di tempuh sarjana muda muslim untuk mau berkontrbusi menegakkan ajaran Islam. Sektor ekonomi menjadi menarik dilihat dari sisi kebermanfaatnnya untuk banyak kalangan terutama bagi masyarakat yang belum mengenal atau bahkan membenci umat Islam. Dengan menjadi kaya seorang muslim dapat menjadi dermawan dengan berbagi.


 

Daftar Pustaka

Standard, D. (2020). State of the Global Islamic Economy Report 2019/20 . Dinar Standard.

Dewipuri. (2019, march 06). Gak Mahal dan Gampang Daftarnya! Segini Biaya Buat Sertifikat Halal MUI. Retrieved january 21, 2020, from lifepal:

https://lifepal.co.id/media/sertifikat-halal-mui/

Samosir, A. (2019). Aksi Pengendalian Perubahan Iklim di Indonesia . Jakarta: kementerian keuangan .

Nasional, K. P. (2019). Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 . Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

kumparan. (2019, march 1). 8 Hal tentang Tren Kosmetik Halal yang Semakin Populer. Retrieved january 23, 2020, from kumparan.com: https://kumparan.com/kumparanstyle/8-hal-tentang-tren-kosmetik-halal-yang-semakin-populer-1551432497566926572

Brian, R. (n.d.). Pengertian CSR Menurut Para Ahli, Manfaat dan Fungsi CSR Serta Contohnya. Retrieved january 23, 2020, from maxmanroe:

https://www.maxmanroe.com/pengertian-csr.htm

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *